Senin, 18 Oktober 2010

Telematika

TELEMATIKA
Asal Mula Kata Telematika
Orang Indonesia ternyata memang sering sekali mengadopsi bahasa. Salah satu contohnya adalah kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi.
Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Dalam Wikipedia disebutkan bahwa telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communication Technology).
Sedangkan menurut pak Moedjiono, telematika merupakan konvergensi dari Tele= “Komunikasi”, ma= ”Multimedia”, dan tika= “Informatika”.
Dalam perkembangannya istilah media dalam telematika berkembang menjadi multimedia. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilan multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem computer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Ambigu bila istilah telematika dipahami sebagai akronim telekomunikasi, multimedia, dan informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.



Perkembangan Telematika di Indonesia
Di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.
1. Periode Rintisan
Periode ini dimulai pada akhir tahun 1970-an, semua itu diakibatkan dengan adanya aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa malaria, pemilu tahun 1977, pengaruh revolusi Iran, dan keadaan ekonomi Indonesia yang baru ditata pada awal pemerintahan orde baru yang melahirkan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi, dan sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga perancis.
Pada awal 1970-an Toffler menyebutkan sebagai zaman informasi, namun dikarenakan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak mengikuti perkembangan telematika.
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Indonesia mulai mengenal jaringan telepon, komputer, stasiun radio nasional dan internasional, dan saluran televisi nasional, walaupun penggunaannya masih dalam tahap terbatas. Hal ini dilatarbelakangi oleh pemberian penghargaan dari PBB pada tahun 1984 serta kepemilikan satelit dan perkembangan ekonomi yang semakin meningkat
Setahun sebelumnya di Amerika Serrikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.
Penggunaan teknologi telematika di Indonesia masih sangat terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagai email dalam suatu group dirintis pada tahun 1980an. Pada tahun-tahun tersebut istilah unix, email, PC, BBS, modem, Ethernet masih merupakan kata-kata langka untuk didengar.
Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika atau minimal mengetahuinya.
2. Periode Pengenalan
Periode ini dumulai pada tahun 1990-an. Disini teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat sudah mulai mengenalnya. Jaringan radio amatir mulai marak pada awal tahun 1990, bahkan jangkauannya sampai keluar negeri, pada sisi lain milis terus berkembang.
Internet mulai masuk Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, pada tahun yang sama pula beroperasi ISP komersil pertama yaitu INDOnet
Dua tahun keterbukaan informasi ini, mendorong adanya kesadaran politik dan usaha dagang, hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional.
Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998, Indonesia mulai mengenal komputer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio, dan televise internasional/ televise kabel.
Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental computer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).
3. Periode Aplikasi
Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Keterjangkauan secara financial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era millennium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan, dan diaplikasikan.
Pada awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai nernagai bidang usaha yang bergerak di sector telematika, diatur oleh Direktorat Jendral Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.
Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor sellular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.
Berdasarkan data statistik diatas menunjukkan bahwa aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia, walaupun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.



Fungsi Telematika
1. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2. Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan; keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.

Peran Telematika
Telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :
1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.
2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.
3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
Dampak Penggunaan Telematika


Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu :
1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.
4. Menyuguhkan banyak pilihan sarana telekomunikasi.


Disusun Oleh :
1. Nadira (11107209)
2. Nitta Caroline (11107231)
3. Pebbrina (11107305)
4. Purnama (11107330)
5. Purnama Sari (11107331)

Rabu, 16 Juni 2010

8 cara menghadapi iri

Anda pikir Anda cukup percaya diri, tetapi ketika ada rasa insecure menyusup dalam keseharian, emosi pun mulai mengusik. Itu bisa terjadi dalam hal pekerjaan, dalam hal hubungan dengan saudara, bahkan untuk hal penampilan dengan wanita seksi yang berpapasan di jalan sekalipun. Uh, sepertinya mau mengamuk dan berteriak kepada keadaan yang tidak adil. Mungkinkah mengusir rasa iri yang melirik ke arah Anda dan mengganggu mood Anda dalam keseharian itu?

Bisa, asal Anda bisa menyadari bahwa hidup bukanlah kompetisi. Tentu, secara intelektualitas, Anda sudah mengerti hal itu. Namun, dalam keadaan-keadaan tertentu, hal yang membuat Anda merasa tidak nyaman dengan apa yang Anda miliki akan merusak hari Anda. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi si iri ini?

1. Identifikasikan secara pasti apa yang Anda cemburui
Semakin spesifik Anda bisa mengidentifikasikan rasa cemburu yang ada, makin mudah untuk Anda mengatasi rasa itu. Mengatakan bahwa Anda iri dengan kebahagiaan seseorang adalah hal yang terlalu buram. Jika Anda merasa iri dengan pekerjaan seseorang pun, maka itu masih kurang detail. Jika ada pekerjaan orang lain yang Anda cemburui, kenali titik apa yang membuat Anda iri, apakah pendapatannya, prestisenya, ataukah jadwal fleksibelnya? Mengidentifikasikan hal spesifik yang membuat Anda iri akan membuatnya lebih mudah untuk mengetahui apa yang penting dari hal-hal tertentu untuk membuat Anda lebih bahagia.

2. Tanyakan diri Anda, apakah dengan mendapatkan hal tersebut benar-benar akan membuat diri Anda lebih lengkap dan utuh? Bagaimana hal-hal yang membuat Anda iri tersebut akan membuat Anda merasa lebih utuh?

3. Tetapkan apakah hal tersebut akan memungkinkan untuk Anda gapai?
Ini adalah langkah yang cukup mudah sebenarnya. Apakah poin-poin yang membuat Anda iri itu cukup realistis untuk Anda gapai? Misal, jika Anda merasa iri dengan orang yang ukuran tubuhnya lebih tinggi, sementara Anda sudah tak melewati masa pertumbuhan, maka Anda harus membaca langkah selanjutnya ini.

4. Cari alternatif dan cara-cara untuk membawa kesenangan atau kepuasan dalam hidup Anda
Untuk kebanyakan orang, rasa iri datang dari kekurangan dalam hidup seseorang. Rasa itu merupakan kurangnya kebahagiaan dan pemenuhan diri. Mungkin, hal yang Anda inginkan tapi tak tergapai itu bukanlah hal yang mudah untuk Anda dapatkan. Namun, Anda masih mungkin untuk mencari cara lain demi mengisi kekosongan itu.

Buatlah daftar hal-hal yang bisa Anda lakukan dan kejar sekarang yang bisa mengisi dan memperkaya hidup Anda. Daftar tersebut akan membantu memberi Anda kontrol terhadap hidup Anda. Ketahuilah bahwa Anda memiliki kekuatan untuk menciptakan rasa senang dan kepenuhan di dalam diri sendiri. Jangan hanya menunggu kebahagiaan itu datang kepada Anda. Andalah yang harus mulai bergerak.

5. Buat rencana
Jika sudah memastikan bahwa hal yang Anda cemburui tersebut adalah hal yang masih mungkin digapai, maka mulailah dengan menciptakan rencana untuk membuatnya terjadi. Hanya karena orang lain bisa melakukan dan menggapai impian Anda, bukan berarti Anda tak bisa mendapatkannya. Namun tentu, hal tersebut butuh perencanaan yang sangat spesifik. Jangan lupa juga untuk membuat rencana cadangan.

6. Rayakan bakat dan kemampuan unik Anda
Cemburu karena bakat teman yang bisa menyanyi dengan indahnya? Hm, bukan berarti Anda harus minder. Carilah hal-hal lain yang spesifik dan spesial dari diri Anda. Rayakan hal-hal spesial tersebut dan berbahagialah untuk keunikan Anda. Siapa tahu, sebenarnya ada orang lain yang iri dengan apa yang Anda punya itu.

7. Pelajari apa yang harus dilakukan untuk menggapai sukses tersebut
Ingatkan diri bahwa untuk tetap fokus dengan apa yang sudah Anda capai dan miliki ketimbang apa yang belum Anda miliki. Pencapaian Anda tak datang dalam semalam dan tak datang begitu saja. Kemungkinan terbesar, Anda mendapatkan apa yang dimiliki sekarang dengan perjuangan dan risiko yang tak sedikit. Begitu pula dengan orang-orang yang Anda cemburui itu. Lebih mudah untuk mengatasi rasa cemburu ketimbang mencapai apa yang digapai orang-orang itu dengan susah payah.

8. Menyadari bahwa tak ada hidup yang sempurna
Setiap orang pasti punya masalah. Kita semua memiliki masalah yang pribadi dan tak terlalu pribadi. Meski kesannya seseorang memiliki segalanya, pahamilah bahwa hal tersebut bukan selalu berarti masalah utama. Biasanya ada begitu banyak yang terjadi di balik layar ketimbang apa yang terjadi di lapisan atasnya.
sumber: kompas.com

How to Improve your personal softskill

1. Cara saya meningkatkan softskill
pertanyaan pertama bagaimana kita dapat meningkatkan softskill kita, sebenarnya itu semua bergantung dari kita sendiri, apa kita mau untuk meningkatkan softskill kita atau hanya stagnan di tingkat situ-situ saja
2. Kelebihan dan Kekurangan Pribadi
dari beberapa orang yang saya tanya, mereka menjawab beberapa garis besar kelebihan dan kekurangan saya
Kelebihan:
- Baik
- Suka membantu orang lain
- Pendengar yang baik
Kekurangan:
- suka tidak mau mencoba hal-hal yang baru
- Moody
- Sering berpikiran negatif
- Keras kepala
3. Evaluasi diri sendiri tentang bagaimana kita memanajemen waktu
dalam manajemen waktu saya akui saya kurang baik dalam hal memanajemen waktu, waktu saya lebih banya dihabiskan untuk hal yang kurang berguna seperti bermain, tapi dengan berjalannya waktu semua hal itu bisa diatasi
4. Bagaimana reaksi kita ketika mendapat kritikan dari orang lain
Saat saya di kritik oleh orang lain, saya akan sangat bersyukur karena masih ada orang yang mengingatkan kalo saya itu salah, dan saya akan menerima kritikan tersebut dengan lapang hati
5. Bagaimana cara memberi kritikan kepada orang lain
Cara memberikan kritik yang baik kepada orang lain yaitu:
- Caling penting ialah kita harus melihat kondisi atau suasana hati orang yang akan kita kritik, diharapkan kita jangan mengkritik orang lain jika suasana hati orang tersebut tidak baik
- Jangan bersikap menggurui, bersikaplah seperti sahabatnya, jangan sekali-kali kita men-"judge" seseorang

Minggu, 13 Juni 2010

penggunaan lapisan Osi

Pressentation Layer
Pressentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu
Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data
Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”

sejarah Hacker

Sejarah

Terminologi peretas muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Kata bahasa Inggris "hacker" pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.

Kemudian pada tahun 1983, istilah hacker mulai berkonotasi negatif. Pasalnya, pada tahun tersebut untuk pertama kalinya FBI menangkap kelompok kriminal komputer The 414s yang berbasis di Milwaukee, Amerika Serikat. 414 merupakan kode area lokal mereka. Kelompok yang kemudian disebut hacker tersebut dinyatakan bersalah atas pembobolan 60 buah komputer, dari komputer milik Pusat Kanker Memorial Sloan-Kettering hingga komputer milik Laboratorium Nasional Los Alamos. Satu dari pelaku tersebut mendapatkan kekebalan karena testimonialnya, sedangkan 5 pelaku lainnya mendapatkan hukuman masa percobaan.

Kemudian pada perkembangan selanjutnya muncul kelompok lain yang menyebut-nyebut diri sebagai peretas, padahal bukan. Mereka ini (terutama para pria dewasa) yang mendapat kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking). Peretas sejati menyebut orang-orang ini cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Peretas sejati memandang cracker sebagai orang malas, tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Peretas sejati tidak setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah menjadi peretas.

Para peretas mengadakan pertemuan tahunan, yaitu setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Ajang pertemuan peretas terbesar di dunia tersebut dinamakan Def Con. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktivitas peretasan.

Peretas memiliki konotasi negatif karena kesalahpahaman masyarakat akan perbedaan istilah tentang hacker dan cracker. Banyak orang memahami bahwa peretaslah yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan lain-lain, padahal mereka adalah cracker. Cracker-lah menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup dan merusak suatu sistem. Atas alasan ini biasanya para peretas dipahami dibagi menjadi dua golongan: White Hat Hackers, yakni hacker yang sebenarnya dan cracker yang sering disebut dengan istilah Black Hat Hackers.

Senin, 10 Mei 2010

artikel

Ganda kedua Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan memastikan, tim Piala Thomas mengungguli India 3-1 setelah mengalahkan lawan mereka, Rupesh Kumar/Diju Valiyaveetil, 14-21, 21-13, 21-11.

Alvent/Hendra yang kini sudah tak lagi menghuni pelatnas Cipayung sempat tampil mengkhawatirkan pada game pertama. Mereka selalu dalam tekanan dan kalah 14-21.

Pasangan Indonesia ini sering terjebak melakukan unforced error karena pukulan-pukulan mereka banyak yang menyangkut di net. Kesalahan ini bisa mereka atasi pada game kedua dan ketiga. Mereka banyak melakukan pukulan silang ataupun mengangkat bola lambung.

Taktik ini terbukti membingungkan ganda India. Kumar dan Diju pun kemudian kehabisan stamina dan banyak melakukan kesalahan. Pukulan-pukulan Diju yang biasanya akurat banyak yang jatuh di luar lapangan. Alvent/Hendra akhirnya menang 14-21, 21-13, 21- 11 dalam 40 menit.

Dengan keunggulan 3-1, Indonesia memastikan diri menjadi juara grup D. Partai terakhir antara Simon Santoso dan Anup Sridhar sudah tidak berpengaruh.

contoh proposisi sifat kategorial: -Pasangan Indonesia ini sering terjebak melakukan unforced error
contoh proposisi kondisional: -Mereka banyak melakukan pukulan silang ataupun mengangkat bola lambung.
hanya ada 2 kalimat proposisi dalam artikel ini

Jumat, 07 Mei 2010

tips pdkt

Mendekati atau berkenalan dengan orang baru bisa menjadi hal yang menyebalkan untuk sebagai orang. Takut akan penolakan atau tatapan tak menyenangkan dan banyak hal lain yang bisa menyebabkan ketakutan untuk memulai PDKT tersebut. Untuk sebagian orang, yang lancar-lancar saja melakukannya, memiliki dua hal yang memudahkan mereka, yaitu pengalaman untuk melakukannya berkali-kali dan taktik tertentu (yang kadang tak disadari). Mereka mempelajari hal-hal apa yang diperlukan untuk bisa diterima oleh orang yang sedang mereka dekati, dan hal ini bisa dipelajari oleh siapa pun. Berikut adalah empat langkah untuk mendekati seseorang agar mendapatkan respons positif dari mereka, tak perlu karena untuk mendekati lawan jenis, tetapi juga untuk mendekati siapa pun yang Anda butuhkan kerja samanya.

Langkah 1: Tenangkan bahasa tubuh Anda
Seperti diketahui, bahasa tubuh adalah hal yang amat berharga, namun jarang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Amat krusial untuk mengetahui bahasa tubuh apa yang sering kali tercipta oleh tubuh kita sehari-hari. Pastikan Anda tidak mengomunikasikan kegugupan atau sifat bertahan yang bisa Anda rasakan saat berkenalan dengan orang lain. Sikap tubuh yang bisa menyampaikan pesan bahwa Anda berada dalam sikap defensif, antara lain, dagu ditekan ke dalam, lengan tegang di sisi tubuh, mengepalkan tangan, menyilangkan tangan di depan dada, atau kepala menyerong dengan dagu diangkat. Sikap tubuh semacam ini bisa mengisyaratkan bahwa Anda adalah tipe orang yang arogan. Cobalah untuk melihat diri Anda di cermin, latihlah untuk dagu agar berada dalam level datar dan lurus, kurangi dampak visual dari lengan dan tangan Anda. Buat tangan Anda cukup santai dan tidak sibuk karena aktivitas lain, setidaknya agar tangan Anda bisa menunjuk ke suatu titik jika diperlukan.

Langkah 2: Pertahankan kontak mata
Indikasi pertama yang bisa Anda berikan pada seseorang untuk memberitahu niat baik Anda bisa dimulai dengan tatapan. Kita tak perlu menekankan pentingnya kontak mata dalam komunikasi nonverbal, namun perlu diingat bahwa kesan pertama dimulai dari kontak mata. Dari titik tersebut, Anda memiliki 1-2 detik untuk mengekspresikan niat baik Anda dalam bahasa tubuh dan pandangan mata. Jadi, pastikan untuk selalu siap ketika pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Anda.

Langkah 3: Senyum
Tak perlu diragukan lagi, senyuman adalah langkah esensial untuk mendekati seseorang. Bukan senyum yang terlalu lebar atau yang tengil, namun yang bersahabat dan kalem. Senyuman adalah satu elemen dalam buku berjudul How to Win Friends and Influence People karangan Dale Carnegie. Perlu diketahui, mata Anda pun bisa mengisyaratkan jika Anda memberi senyuman palsu, pastikan Anda memberikan senyuman tulus.

Langkah 4: Membuka dengan ucapan salam
Ketika kita mendekati teman, mengirimkan e-mail atau SMS, amat jarang kita untuk membukanya dengan ucapan salam. Seiring waktu, semakin kita mengenal orang tersebut, ucapan salam pembuka amat jarang dilakukan. Namun, kita tak bisa dengan serta-merta membuka perbincangan langsung dengan orang yang belum kita kenal dekat dengan langsung begitu saja.

Ucapan salam pembuka saat berkenalan adalah sopan santun dasar yang penting dilakukan. Bukalah percakapan dengan orang yang belum Anda kenal dengan kata-kata seperti "Hai" atau "Selamat pagi", atau "Permisi, numpang tanya...." Dengan begini, Anda tidak dengan tiba-tiba "menerobos" batas pribadi seseorang.

sumber: kompas.com